Menuju Imlek menjadi Hari Besar Nasional [8]
Pernyataan dukungan dari mana-mana
Oleh Rio Bembo Setiawan
Brigjen TNI [Purn] Teddy Jusuf [Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia]:
Saya pribadi menerima baik permintaan pengurus YLKTI agar saya bisa duduk sebagai penasihat. Saya sangat menghargai upaya YLKTI turut melestarikan budaya Tionghoa yang luhur dan berkemakmuran, dan saya setuju atas sarannya pada pemerintah agar hari raya Imlek dinyatakan sebagai hari libur nasional.
Djumingan [Ketua Umum Forum Peduli Indonesia]:
Kami dari DPP Forum Peduli Indonesia menyatukan sikap, siap mendukung penetapan Imlek menjadi hari libur nasional bagi bangsa Indonesia. Dasar dukungan kami adalah sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang tercantum dalam sila pertama Pancasila, yang mengakui adanya beberapa agama dan aliran kepercayaan.
Ferry T Silalahi [Ketua Umum Forum Persaudaraan dan Kebangsaan Indonesia]:
Kami memandang permasalahan aktual bangsa ini perlu dipecahan secara bersama dengan mengikutsertakan kelompok Tionghoa sebagai anak bangsa. Oleh karena itu kami melihat usulan YLKTI pimpinan Suhu Acai sudah pada tempatnya dengan menetapkan hari raya Imlek menjadi hari besar nasional.
Djohan Karundeng, SH [Ketua Umum Forum Penegak Hukum dan Keadilan Indonesia Bersatu]:
Sehubungan dengan permintaan YLKTI untuk menetapkan hari raya Imlek sebagai hari raya nasional dan hari libur nasional, kami LSM Forum Penegak Hukum dan Keadilan Indonesia Bersatu sangat mendukung, mengingat sebagai bangsa yang berbhineka tunggal ika sudah seharusnya kita menghormati perbedaan yang ada.
Firman Syaifullah [Ketua Kader Muslim Peduli Bangsa]:
Kader Muslim Peduli Bangsa mendukung YLKTI yang dipimpin Suhu Acai dalam upaya dan perjuangannya menjadikan hari raya Imlek sebagai hari libur nasional. Semoga perjuangan YLKTI dapat terwujud sebagai penghargaan atas pluralisme dan kesederajadan antaranak bangsa dalam negara kesatuan Republik Indonesia.
Almas Sembiring, Gk [Ketua DPD Komite Wartawan Reformasi Indonesia - Jabotabek]:
Setelah membaca dan memperhatikan akta pendirian serta misi dan visi YLKTI yang diketuai oleh Suhu Acai, dengan ini DPD Komite Wartawan Reformasi Indonesia - Jabotabek menyatakan dukungan terhadap usulan YLKTI kepada pemerintah agar hari raya Imlek ijadikan sebagai hari besar nasional.
Rosian Sinulingga, SH [Ketua DPP Ikatan Wartawati Indonesia]:
Memperhatikan misi dan visi YLKTI yang begitu mulia, kami pengurus DPP Ikatan Wartawati Indonesia mendukung Ketua Umum YLKTI Suhu Acai untuk melaksanakan tugas sosialnya, khususnya dalam memperjuangkan hari raya Imlek menjadi hari besar nasional.
Ir Suryanto [Ketua Umum LSM Abdi Lestari Nusa]:
Kami mendukung sepenuhnya YLKTI yang diketuai Suhu Acai selaku pelopor dalam mengupayakan tahun baru Imlek sebagai hari libur nasional. Kami mengimbau seluruh rakyat Indonesia agar dapat menerima dengan rasa bahagia dalam toleransi saling menghormati sesama umat beragama dan saling meyayangi.
Mochtar Siahaan [Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Harian Umum Jakarta]:
Kami menyatakan dukungan sepenuhnya kepada YLKTI yang diketuai Suhu Acai dalam memelopori agar hari raya Imlek ditetapkan pemerintah menjadi hari besar dan hari libur nasional.
KH Eben Sobari RK [Ketua Umum Yayasan Caraka Laga Lava Raksa Rasa]:
Kami keluarga besar dan pengurus Yayasan Caraka Laga Lava Raksa Rasa memberikan dukungan sepenuhnya kegiatan-kegiatan yang diperjuangkan YLKTI, termasuk mengusulkan kepada pemerintah agar Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Turyono Slamet [Ketua Umum HMI Karawang-Bekasi:
Kami memberikan dukungan sepenuhnya atas kegiatan-kegiatan yang diperjuangkan oleh YLKTI, serta menyetujui Imlek tanggal 24 Januari 2000 dan tahun-tahun selanjutnya sebagai hari libur Nasional.
Max Erary, SH [Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Paguyuban Trikora Irian Jaya di Jakarta]:
Setelah menilai sepak terjang Suhu Acai dan YLKTI yang dipimpinnya selama ini, akhirnya kami dengan tegas mendukung sepenuhnya kehadiran YLKTI sebagai organisasi sosial budaya yang bergerak dalam upaya memperkaya budaya bangsa Indonesia. Kami juga mendukung sepenuhnya upaya YLKTI untuk menasionalisasikan hari raya Imlek ke dalam kalender hari besar nasional Indonesia.
Drs H Husin Noor Ibrahim [Ketua Umum YAPPIM Nur El-Ghazy]:
Kami pengurus Yayasan Pemeliharaan Pendidikan Islam dan Masjid Nur El-Ghazy mendukung penuh segala kegiatan YLKTI dalam memperjuangkan Imlek sebagai hari libur nasional.
Willy E Chartra [Ketua Umum Yayasan Amal Bhakti Sejahtera Singkawang]:
Tanpa merasa dipengaruhi oleh pihak mana pun, kami secara penuh dan tulus menyatakan dukungan sepenuhnya kepada Suhu Acai dan YLKTI dalam meperjuangkan tahun baru Imlek 2552 dan tahun-tahun selanjutnya sebagai hari libur nasional.
Berry Setiawan [Ketua Yayasan Vihara Tri Dharma Bumi Raya Singkawang]:
Bersama dengan ini kami menyatakan dukungan penuh kepada Suhu Acai, Ketua Umum YLKTI, dalam mengupayakan tahun baru Imlek 2552 dan tahun-tahun selanjutnya sebagai hari libur nasional.
DR KH Marzuki, MA, SH [Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Syariat Marzuki]:
Atas nama Yayasan Lembaga Pendidikan Syariat Marzuki, saya memberikan dukungan penuh kepada Suhu Acai sebagai pelopor menjadikan hari raya Imlek untuk dijadikan hari libur nasional. Saya juga berharap dukungan ini akan memberikan kontribusi yang baik serta positif bagi warga keturunan Tionghoa di Indonesia.
Ipoeng Poerwoto [Ketua Umum LSM GEMA HAYATI, Sukabumi]:
Kami dari LSM GEMA HAYATI Sukabumi memberikan dukungan penuh kepada Suhu Acai, Ketua Umum YLKTI, sebagai pelopor pejuang hari raya Imlek sebagai hari besar nasional.
Djarot Sungkono [Ketua Umum DPP Gema Perak]:
DPP Gema Perak menyatakan dukungannya kepada Suhu Acai, Ketua Umum YLKTI, sebagai seorang tokoh Tionghoa yang dipercaya menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat di Indonesia. Khusus mengenai Imlek, kiranya pemerintah dapat mengabulkan perjuangannya dengan menjadikan Imlek sebagai hari libur nasional.
Wasyono WS [Ketua Umum JAS MERAH]:
Kami memutuskan untuk mendukung sepenuhnya YLKTI dalam rangka mempererat persatuan dan persaudaraan sesama komponen bangsa. Kami turut mendukung juga perjuangan YLKTI untuk menjadikan Imlek sebagai hari libur nasional.