Imlek dan YLKTI

Home

Menuju Imlek... [1]
Menuju Imlek... [2]
Menuju Imlek... [3]
Menuju Imlek... [4]
Menuju Imlek... [5]
Menuju Imlek... [6]
Menuju Imlek... [7]
Menuju Imlek... [8]
Menuju Imlek... [9]
Menuju Imlek... [10]
Menuju Imlek... [11]
Menuju Imlek... [12]
Menuju Imlek... [13/Habis]
Menuju Imlek... [9]


Menuju Imlek menjadi Hari Besar Nasional [9]
Menteri Agama menyurati Presiden RI
 
Oleh Rio Bembo Setiawan
 
MELALUI berulangkali pertemuan, berbekal dukungan dari 136 LSM dan tokoh masyarakat, Yayasan Lestari Kebudayaan Tionghoa Indonesia akhirnya berhasil meyakinkan para pejabat negara, terutama di Departemen Agama. Bahkan, Menteri Agama [kala itu] Muhammad Tolchah Hasan sempat berkirim surat kepada Presiden RI KH Abdurrahman Wahid untuk memberi pertimbangan menjadikan Imlek sebagai hari libur nasional.
 
Berikut ini kutipan surat bernomor MA/27/2001 tanggal 15 Januari 2001 tersebut:
 
Kepada Yth
Bapak Presiden Republik Indonesia
Jakarta
 
Assalamu'alaikum Wr Wb
Memperhatikan surat permohonan pengurus Yayasan Lestari Kebudayaan Tionghoa Indonesoa Nomor 009/YLKTI-P/IX/2000 tanggal 17 Oktober 2000 perihal seperti tersebut pada pokok surat, dengan hormat kami sampaikan pertimbangan berikut:
 
  1. Imlek merupakan hari yang berkaitan dengan keyakinan keagamaan masyarakat Tionghoa yang dipelihara dan dirayakan secara turun-temurun di berbagai wilayah Indonesia.
  2. Refleksi yang terjadi di negara-negara tetangga seperti Thailand, Taiwan, Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Cina adalah menjadikan Imlek sebagai hari libur negara itu, selama dua atau tiga hari pada bulan Januari.
  3. Sejalan dengan Keppres Nomor 6 Tahun 2000 tentang Pencabutan Inpres Nomor 14 Tahun 1967 dan berdasarkan kajian yang telah ilakukan Departemen Agama, kami mengusulkan kiranya hari raya Imlek dapat dijadikan sebagai Hari Libur Fakultatif bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia.
  4. Selain atas pertimbangan-pertimbangan di atas, diharapkan Imlek dapat berkembang sebagai media solaturahmi untuk menunjang keakraban keluarga dan kerukunan masyarakat, khususnya bagi masyarakat Tionghoa dan bangsa Indonesia pada umumnya.
 
Demikian dan atas perkenan Bapak Presiden kami mengucapkan terima kasih.
 
Wassalam
Menteri Agama
 
ttd
 
MUHAMMAD TOLCHAH HASAN

[Bersambung]